FK-KIM KARAWANG, Karawang Barat – Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana mengaku akan memberikan santunan kepada dua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Karawang yang gugur lantaran diduga kelelahan. Santunan tersebut akan diberikan menggunakan uang pribadinya.

“Kita (Pemkab Karawang) tidak menganggarkan itu (santunan), makanya pakai uang pribadi saja, tidak perlu mengganggu kas daerah. Soal besarannya saya belum memutuskan,” kata Cellica, Selasa (23/4/2019).

Ia berharap santunan tersebut diberikan untuk meringankan keluarga yang ditinggalkan. Juga sebagai apresisasi atas kerja keras para petugas KPPS dalam mensukseskan Pemilu 2019.

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami dua anggota KPPS kita saat menjalankan tugas,” katanya.

Bupati mengatakan, Pemkab Karawang memang mengeluarkan hibah untuk penyelenggaraan pemilu, namun tidak menganggarkan untuk santunan KPPS.

Bupati mengakui, penyelenggaraan pemilu 2109 ini lebih berat ketimbang pemilu sebelumnya. Sebab, pemilu kali ini berlangsung serentak antara Pilpres dan Pileg yang dilangsungkan dalam satu hari. Sehingga, petugas KPPS perlu kerja keras untuk menyelesaikan tugas, mulai dari pencoblosan hingga perhitungan.

“Surat suara yang dicoblos dan dihitung lebih banyak hingga cukup menguras waktu dan tenaga. Petugas KPPS ini berjasa untuk negara,” katanya.

Sebelumnya, Dua orang petugas KPPS di Karawang gugur saat menjalankan tugas. Mereka adalah yaitu Yaya Suhaya (71), anggota KPPS di TPS 04 Desa Cilewo, dan Agus Mulyadi, Ketua KPPS di TPS 38 Karawang Kulon, Karawang. Keduanya meninggal setelah selesai menjalankan tugasnya dengan baik.(red)